Tampilkan postingan dengan label 11 JANUARI 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 11 JANUARI 2013. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Januari 2013

Langgar Disiplin Dua Anggota TNI AD Kodam XII/Tpr Jalani Hukuman

PONTIANAK, Amarinews.com – Menurut Komandan Detasemen Markas Letkol Inf Muis Iskandar, tahun 2013 ini sudah ada dua orang prajurit TNI AD di lingkungan Kodam XII/Tanjungpura Kalimantan Barat yang dijatuhi hukuman berat. Berupa 21 hari masa hukuman, keduanya didakwa telah melakukan pelanggaran disiplin.
“Dua orang terhukum (Bintara) yang telah melanggar Pasal 5 ayat (3) UU RI Nomor 26 Tahun 1997 tentang Hukum Disiplin Prjurit, keputusan Nomor Kep/01/I/2013 tanggal 09 Januari 2013 tentang Peraturan Disiplin Prajurit TNI serta ketentuan perundang-undangan lain yang terkait,” tegasnya Jumat (11/01) di Kodam XII/Tanjungpura
Penjatuhan hukuman ini, menurut Muis bertujuan untuk menegakkan disiplin prajurit serta memberikan efek jera kepada seluruh personel agar tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun.
Selain itu, kata dia, hal tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi prajurit Kodam XII/Tpr yang lain agar tidak sekali-kali melakukan pelanggaran disiplin dan selalu mematuhi segala aturan yang berlaku di lingkungan TNI.
Selaku atasan yang berhak menghukum (Ankum), ia menyatakan bahwa sesungguhnya anggota TNI tidak kebal hukum dan harus tunduk terhadap hukum, semua pelanggaran ada resikonya terutama pelanggaran asusila, dalam agama pun tindakan tersebut dilarang, maka dari itu taati peraturan yang telah ditetapkan.
“Karena aturan-aturan itu sangat bermanfaat dan semua hukuman telah sesuai dengan aturan yang berlaku,” aku dia. joe

Link:
 http://amarinews.com/langgar-disiplin-dua-anggota-tni-ad-kodam-xiitpr-jalani-hukuman/

Pasangan Makmur Optimis Menang


SURABAYA, amarinews.com-Usai menjalani sidang ketiga di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sengketa Pemilukada Bangkalan, pasangan Makmur mengaku optimis bisa menang. Sejumlah saksi yang diajukan pasangan Imam-Zainal disebut tidak valid, dari hasil persidangan.
Dikonfirmasi di Surabaya, Cawabup nomer 3, Mondhir menyebut ada sejumlah kejanggalan dalam saksi yang diajukan pasangan Imam-Zainal. Salah satunya terkait tudingan percobaan suap yang dilakukan oleh RKH Fuad Amin, ayah Cabup Muhammad Makmun Ibnu Fuad, kepada Imam Buchori. Suap ini untuk tidak maju dalam bursa pencalonan.
“Saksi itu (Ali Ridho) tidak boleh menyimpulkan. Hanya yang dia tau, dia lihat, yang boleh dikatakan. Bukan katanya katanya,” ujar pria yang karib disapa Ra Mondhir ini.
Dalam sidang, lanjut Mondhir, saksi-saksi yang diajukan tidak bisa menunjukkan secara tegas, tuduhan konspirasi seperti yang didengungkan selama ini. Karena itulah Mondhir mengaku tak heran jika dalam sidang nanti, pihaknya yang dimenangkan oleh majelis hakim MK pimpinan Akil Mochtar.
“Kami optimis menang. Karena memang saksi kita kuat dan berdasarkan fakta,” paparnya.
Kepada amarinews.com Mondhir menyatakan, tuduhan tidak adanya saksi di TPS saat pemilukada 12 Desember lalu juga tidak terbukti. Karena dalam data absensi saksi milik KPUD Bangkalan, seluruh saksi yang terdaftar membubuhkan tanda tangannya.
“Saksi lengkap. Ada tanda tangannya, Dari 2 ribuan saksi, hanya 1 yang tidak bisa hadir karena kendala transportasi,”.fik

Link :
http://amarinews.com/pasangan-makmur-optimis-menang/

Nelayan Pontianak Hilang Ditelan Gelombang

PONTIANAK, Amarinews.com – Satu ABK KM Bakau Jaya asal Perum I Jalan Komyos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat Sabtu (5/1) yakni Apo (53), seminggu lalu dikabarkan hilang ditelan gelombang di laut Kubu Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat.
Menurut informasinya, pada saat kejadian, KM Bakau Jaya tersebut sedang menangkap ikan dilaut. Namun menurut Kapolsek Kecamatan Sungai Kakap Ajun Komisaris Polisi (AKP), Sunaryo, sampai saat ini ia masih menunggu informasi mengenai kapal dan ABK pulang dari laut.
“Kapalnya milik orang Kecamatan Sungai Kakap, dan kejadiannya Sabtu kemarin. Saya sampai sekarang masih memastikan hal tersebut menunggu kapal dan ABK-nya pulang,” akunya melalui pesan singkat Jumat (11/01) di Pontianak.
Ia juga menambahkan, menurut keterangan para nelayan yang berada di Kecamatan Sungai Kakap, kapal dan ABK tersebut sudah berlayar lebih dari satu minggu lalu.
Namun kesemua ABK yang berangkat tersebut masih belum diketahui berapa jumlahnya. Kapolsek Kakap ini juga menyatakan akan terus mencari informasi mengenai keselamatan semua ABK kapal nelayan tersebut.
Menurut data Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah II Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak mencatat Jumat (11/1) hingga Senin (14/1) ada lima kawasan perairan laut kalbar yang berpotensi terjadi gelombang setinggi 3.0 meter hingga 6.0 meter sehingga sangat berbahaya bagi semua jenis pelayaran.
Kata Prakiawan Prada Wellyantama, meskipun ketinggian gelombang dalam sepekan kedepan diperkirakan mengalami penurunan, tetapi ketinggian gelombangnya masih berbahaya bagi kapal motor ukuran kecil dan sedang.
“Kelima kawasan perairan laut kalbar yang berpotensi terjadi gelombang setinggi 3.0 meter hingga 6.0 meter tersebut diantaranya perairan China Selatan, Utara Natuna, Kepulauan Natuna, Laut Natuna, kepulauan Anabas dan Sambas,” terangnya. joe

Link : 
 http://amarinews.com/nelayan-pontianak-hilang-ditelan-gelombang/

Warga Kubu Raya Produksi Kopi Luwak Kalimantan

KUBU RAYA,  Tak cuma di Jawa Kopi luwak berkualitas dan berharga tinggi ternyata juga di produksi di Kalimantan barat. Devita Tan warga Rasau Jaya kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sudah 3 tahun menjadi penghasil kopi luwak didaerahnya. Meski pemasarannya hanya sebatas melalui media online, dalam sebulan Devi bisa meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.
Potensi kopi luwak yang bisa mendapatkan keuntungan tinggi ini, membuatnya memberanikan diri untuk menjadi pengusaha kopi luwak, dan mulai mengumpulkan luwak dari para petani di sekitar lingkungannya sejak tahun 2009 lalu.
“Dulu pas kepikiran mau buka usaha untuk produksi kopi luak, sempat bingung mau cari luwaknya dimana, sampai akhirnya ada petani kopi yang nemuin luak dihutan Saya beli luaknya seharga 700 ribu rupiah, dari saat itu banyak petani yang jual luak hasil tangkapannya ke saya”, jelasnya, Senin (07/01).
Setiap sore hari, Devi anak pertama dari pasangan Tan Che Chua dan Indrawati ini, dibantu ke 3 adiknya memberi makan luwak-luwak peliharaannya yang saat ini sudah mencapai 24 ekor. dengan biji kopi jenis arabica yang ia pasok dari para petani kopi. “Luwak-luwak ini hanya mau makan kopi terbaik. Biasanya luwak baru mau makan banyak saat malam hari, dan paginya biji kopi sisa kotoran luwak ini diambil dan dibersihkan dengan air hujan hingga tidak ada lagi kotoran yang tertinggal lalu di jemur”. Ceritanya.
Dengan hanya memasarkan kopinya melewati jejaring social seperti facebook, Devi sudah bisa menjual kopinya hingga keluar negeri, hingga ke korea dan amerika. Dan saat ini bersama pacarnya dia sudah mempunyai café sendiri, dengan menu minuman khas Kopi Luwak Kalimantan.
“Secara umum rasa kopi luwak lembut dan terasa lebih lama dilidah, dari kadar kafein nya lebih rendah dengan kopi pada umumnya sehingga lebih nyaman dilambung terutama bagi penderita maag.” Pungkasnya, saat ditanya kenapa kopi luwak ini menjadi lebih ekslusif dari kopi lainnya.
Kopi luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak, atau biasa dikenal musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak.
Kemasyhuran kopi luwak di kawasan asia tenggara, telah lama diketahui. Namun baru menjadi terkenal luas di peminat kopi gourmet, setelah terpublikasi pada tahun 1980-an. Biji kopi luwak adalah yang termahal didunia, harganya saat ini bisa mencapai US$1OO per setengah kilonya, dan jika dirupiahkan harganya berkisar dari  Rp1 juta. Sementara dalam sebulan produksi kopi luwak Devi mencapai 30-40 kg dengan estimasi keuntungan mencapai Rp60 juta sampai Rp80 juta. edo