Tampilkan postingan dengan label 15 FEBRUARI 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 15 FEBRUARI 2013. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2013

Laporkan Jika Tiang Listrik Masuk Kebadan Jalan



Pontianak, Dalam pelebaran badan jalan didalam gang, seringkali tiang listrik menjadi sandungan. Jika ada yang menemukan posisi tiang listrik masuk kebadan jalan, kata Ketua Komisi B DPRD Kota Pontianak, Nanang Setiabudi, harap dilaporkan ke Lurah maupun Camat
Menurut dia, kondisi tersebut sangat membahayakan warga. Sebab dalam beberapa kasus sudah ada yang memakan korban yang mengalami kecelakaan, terutama di malam hari dan tidak ada penerangan jalan.
 
“Bantuan stimulant dari pemerintah Kota untuk pelebaran jalan sudah banyak yang dilaksanakan warga. Namun ada beberapa gang yang terkendala posisi tiang listriknya. Sebab setelah diukur, tiang listrik masuk ke badan jalan,” jelas Nanang.
 
Lanjut dia, kalau siang hari, mungkin bisa dihindari. Tapi kalau malam, suasana gelap ditambah lagi tidak dipasang lampu jalan di tiang tersebut, maka warga yang melintas dapat menabrak tiang listrik.
 
Nanang berharap masyarakat dapat mengikuti proses laporan tersebut secara benar. Sebab tak hanya surat keterangan, namun anggaran biayanya juga harus diperhitungkan, agar pihak PLN maupun Pemkot dapat mempersiapkan anggaran untuk melakukan perbaikan.
 
Kalau sudah dibuat laporannya kata Nanang, maka segera disampaikan ke pihak PLN, sehingga dapat segera dilakukan perbaikan posisi tiang listriknya. “Kita juga siap memfasilitasi masyarakat apabila ada pengaduan,” kata Nanang.
 
Dalam penyediaan anggaran, Nanang menjelaskan, tergantung status jalan yang diperbaiki. Apabila di jalan protokol, maka akan ditanggung pihak PLN. Namun jika jalan pemerintah, termasuk diantaranya gang, biaya yang dianggarkan akan ditanggung Pemerintahan Kota.
 
Jadi kata dia, Pemerintah Kota mengeluarkan anggaran dari APBD, sedangkan pelaksananya tetap dilakukan pihak PLN. Oleh karena itu, sebelum dibuat anggaran harus ada penghitungan dari RT setempat, dan diserahkan ke PLN sebagai pelaksana perbaikan. Joe

Gas Elpiji Langka, Pertamina Harus Tegas



Pontianak, Kelanggaan 3 kilogram gas elipiji dalam beberapa waktu terakhir di Kota Pontianak, kata anggota Komisi B DPRD Kota Pontianak, Alfian Alminardi, hendaknya Pertamina tegas terhadap agen maupun pangkalan yang terindikasi memanfaatkan situasi tersebut.
 
“Komisi B DPRD Kota Pontianak akan memanggil pihak Pertamina Kalbar untuk mengklarifikasi hal tersebut secara langsung, mengenai kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang sudah lama terjadi,” ujarnya Jumat (15/2).
 
Kata dia, pihak Pertamina harus memberikan ketegasan terhadap agen maupun pangkalan yang memanfaatkan situasi kelangkaan tersebut.
Hal ini lanjutdia,  sebagai efek jera bagi mereka. Sebab walau bagaimanapun, sejak konversi ke minyak tanah, gas 3 kilogram menjadi kebutuhan yang krusial bagi masyarakat Kota Pontianak.
 
Alfian mengatakan, ketegasan yang diberikan tak cukup hanya dengan surat peringatan saja. Sebab apabila dilakukan seperti itu, maka dampak yang ditimbulkan tak akan berarti bagi pelaku penyelewengan.
“Kalau hanya SP 1 atau 2, ini pasti tidak berdampak apapun. Setelah itu bisa saja mereka melakukannya kembali. Namun disini yang dirugikan adalah masyarakat. Jadi kalau perlu, cabut saja izinnya,” tegas dia.
 
Penyelewengan, lanjut Alfian, kemungkinan besar dapat terjadi di tingkat agen. Sebab sebagai penyalur resmi dibawah Pertamina, agen tak hanya menjual tabung gas 3 kilogram, namun semua ukuran mulai 12 sampai 50 kilogram.
 
Katanya lagi, bisa saja agen menimbun gas 3 kilogram, karena informasi kelangkaan pasti mereka tahu. Jadi gas ukuran yang besar bisa cepat laku. Akan tetapi, menjadi tanggung jawab Pertamina dalam melakukan pengawasan ketat,” harap Alfian.
 
Sementara itu, Sales Representatif LPG Pertamina Wilayah VII Kalbar, Sulistya Adi, mengatakan saat ini pihaknya secara ketat mengawasi agen dan pangkalan yang mendistribusikan gas 3 kilogram. Sebab sejak mengalami kenaikan karena terhambatnya pasokan, sampai saat ini masih ada pangkalan yang menjual di atas HET.
 
“Tetapi sampai saat ini sudah lebih tertib kembali. Namun belum semuanya. Jadi setiap hari akan kita optimalkan melakukan pengawasan ke agen, dan akan diinformasikan,” janjinya.
 
Ia juga mengakui bahwa kelangkaan gas 3 kilogram tersebut, disebabkan adanya gangguan dalam pendistribusian gas ke Pontianak. Dimana angkutan yang menggunakan kapal, terkendala oleh faktor cuaca.
 
Itupun kata dia, hanya kurang lebih satu minggu saja distribusi terganggu. “Setelah itu kembali normal. Namun memang ada beberapa pangkalan yang belum menurunkan harganya. Tapi saya yakin dalam waktu dekat semuanya kembali normal,” ujarnya mengakhiri. Joe